Analisa Rasio Laporan Keuangan
Macam Jenis Analisa Rasio Pada Laporan Keuangan Perusahaan
Analisa Laporan Perusahaan ber macam macam jenis yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Laporan keuangan perusahaan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan, berikut macam jenis analisa rasio pada laporan keuangan perusahaan.
1. Rasio Likuiditas
Pengertian Ratio Likuiditas Adalah Alat Ukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kewajiban jangka pendek, dalam mengetahui tingkat likuiditas perusahaan terdapat beberapa rasio yang digunakan, diantaranya adalah :
1.1. Current Ratio / Ratio Lancar (CR)
Pengertian Ratio Lancar atau Current Ratio Adalah rasio yang dihasilkan dari perbandingan antara aktiva lancar dengan utang jangka pendek.
Semakin tinggi nilai current ratio semakin besar kemampuan perusahaan untuk melunasi hutangnya.
Current ratio yang baik dan memuaskan perusahaan adalah sebesar 200%, artinya bahwa setiap utang lancar Rp 1 akan dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 2.
Rumus = (Aktiva Lancar / Hutang Jangka Pendek) x 100%
1.2 Quick Ratio / Acid Test Ratio/ Rasio Cepat (QR)
Pengertian Ratio Cepat atau Quict Ratio atau Acid Test Ratio Adalah kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Semakin tinggi semakin baik & perusahaan dalam kondisi sehat.
Quick Ratio sebesar 100% sudah menunjukan baiknya kondisi keuangan jangka pendek suatu perusahaan.
Rumus = ( (Aktiva Lancar - Persediaan) / Hutang Jangka Pendek ) x 100%
1.3 Cash Ratio / Rasio Kas
Cash Ratio menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan dengan uang kas yang tersedian didalam perusahaan.
Semakin tinggi semakin baik & perusahaan dalam kondisi sehat.
Rumus = ( Kas / Hutang Jangka Pendek ) x 100%
2. Rasio Leverage / Solvabilitas
Pengertian Rasio Leverage atau solvabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua hutanghutangnya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Suatu perusahaan dikatakan solvabel apabila perusahaan tersebut mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya pada saat perusahaan itu likuidasi tetapi tidak dengan sendirinya perusahaan itu likuid.
Rasio yang digunakan untuk menganalisis tingkat solvabilitas adalah :
2.1. Rasio Debt To Equity Ratio (DER) (DTE)
Rasio ini menunjukan jaminan yang diberikan modal sendiri atas utang yang diterima perusahaan.
Semakin tinggi rasio ini berarti modal sendiri semakin sedikit dibanding dengan hutangnya.
Jika utang jangka panjang lebih besar daripada modal atau diatas 100%, berarti sebagian besar biaya aktiva tetap dibiayai oleh utang jangka panjang, dan tingkat resiko keamanan usaha semakin besar dalam jangka panjang.
Rumus = ( Total Hutang / Total Modal ) x 100%
2.2. Rasio Debt To Asset Ratio ( DAR ) ( DTA )
Rasio ini menunjukan besarnya biaya total aktiva yang pembiayaannya berasal dari total utang. Semakin tinggi resiko ini berarti semakin besar jumlah pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva.
Rumus = ( Total Hutang / Total Aktiva ) x 100%
2.3. Rasio Long Term Debt To Equity Ratio ( LDER ) ( LDTE )
Rumus = ( Hutang Jangka Panjang / Total Modal ) x 100%
2.4. Rasio Time Interest Earnings Ratio ( TIE )
Rumus = ( Laba Usaha ) / Bunga x 100%
3. Rasio Profitabilitas
Pengertian dari profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari usahanya. Disini permasalahannya adalah keefektifan manajemen dalam menggunakan baik total aktiva maupun aktiva bersih. Keefektifan dinilai dengan mengaitkan laba bersih terhadap aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba. Rasio yang digunakan dalam menganalisis tingkat profitabilitas adalah :
3.1. Rasio Return On Assets ( ROA )
Bentuk paling mudah dari analisis rasio profitabilitas adalah menghubungkan laba bersih atau pendapatan bersih dengan total aktiva di neraca
Rumus = EAT / ( Total Aktiva ) x 100%
3.2. Rasio Return On Equity ( ROE )
Rasio yang paling umum untuk mengukur hasil pengembalian atas investasi pemilik modal adalah hubungan antara laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersih atau aktiva bersih (modal), (Danang Sunyoto, 2013)
Rumus = Laba Bersih Setelah Pajak ( EAT ) / Total Modal x 100%
3.3. Rasio Net Profit Margin
Rasio laba bersih terhadap penjualan pada dasarnya mencerminkan efektifitas biaya atau harga dari kegiatan perusahaan. Profit margin dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat kepada besar kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan penjualan
Rumus = ( Laba Bersih Setelah Pajak ( EAT ) ) / Pendapatan x 100%
3.4. Rasio Operating Profit Margin / Margin Laba Operasi / Margin Laba Usaha ( OPM )
Rumus = ( Laba Usaha ( EBIT ) ) / Pendapatan x 100%
3.5. Rasio Gross Profit Margin / Margin Laba Kotor ( GPM )
Rumus = ( Laba Kotor ) / Pendapatan x 100%
6. Rasio Earnings Per Share
7. Rasio Deviden Per Share
8. Rasio Deviden Payout
4. Analisa Rasio Actifity atau Aktifitas
4.1. Rasio Inventory Turnover / Perputaran Persediaan
Rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam suatu periode tertentu.
Semakin tinggi persediaan berputar semakin efektif perusahaan dalam mengelola persediaan.
Rumus = ( Harga Pokok Penjualan / Rata rata persediaan ) x 100%
4.2. Rasio Rata rata Persediaan Tersimpan
Rumus = ( Rata rata persediaan * 365 Hari ) / ( Harga Pokok Penjualan ) x 100%
4.3. Rasio Receivable turnover / Perputaran Piutang
Rumus = ( Penjualan Bersih / Rata rata Piutang ) x 100%
4.4. Rasio Receivable Collection Perioid / Lamanya Piutang Tak Tertagih
Rumus = ( Rata rata Piutang * 365 Hari ) / ( Penjualan Bersih) x 100%
4.5. Rasio Total Assets Turnover / Perputaran aset ( TATO )
Rumus = ( Penjualan Bersih ) / ( Total Aktiva ) x 100%
4.6. Rasio Working Capital Turnover (WCT)
Rumus = Penjualan Bersih - ( Aktiva Lancar - Hutang Lancar )
Comments